Selamat Datang di Layanan Wisata VIT Tours

CV. Vacation Indonesia  Tours berdiri tanggal 07 September 2009 dan bergerak di bidang Layanan Wisata khusus yakni Pengamatan Burung di Indonesia. Darwin Sumang, SH sebagai pendiri perusahaan ini yang mana Latar Belakang adalah Pemandu Wisata Pengamatan Burung di seluruh wilayah Indonesia sebagai Posisi Tour Operator. Pengalaman-pengalaman yang telah dirasakan serta kepuasan tamu tamu asing itu membuat mereka lebih mapan dalam hal pelayanan tamu. Untuk mengecek sejauh mana kualitas Pelayanan Tamu-tamu Pengamatan Burung di Indonesia dapat dilihat pada Testimonial Wisatawan Asing serta Company News di website kami http://www.vacationindonesiatours.com demikian juga untuk Geowisata dapat dicek pada link ini
http://themiraclesulawesi.blogspot.com Vacation Indonesia Tours di tahun ini menambah jenis pelayanan wisata Paket Liburan Murah, Paket Wisata Kunjungan Kerja, Studi Banding Tour serta Geowisata di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah saja.

Terima Kasih,

Management VIT Tours

Atraksi Wisata Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep)

KERATON RAJA BANGGAI

Lokasi keraton terdapat di tengah kota Banggai, ibukota Kabupaten Banggai Kepulauan dimana di dalamnya terdapat keris kerajaan, payung kerajaan, alat musik kulintang dan pakaian kebesaran raja.

Kerajaan Banggai diperkirakan berdiri pada abad ke 13 tahun saka 1478 atau tahun 1365 Masehi. Kerajaan mi berada di bawah pengaruh Kesultanan Ternate di Maluku Utara. Bentuk bangunan keraton menyerupai keraton keraton yang ada di Tidore dan Ternate karena hubungan historis. Kerajaan Banggai dikenal sebagai kerajaan yang paling demokratis di dunia, karena tidak mengenal putra mahkota atau ahli waris. Siapa pun bisa diangkat sebagai raja atas keputusan Basalo Sangkep. Basalo Sangkep berfungsi sebagai Majelis Permusyawaratan Rakyat atau wakil rakyat.

Kerajaan Banggai juga memiliki bendera berwarna merah putih bersusun 13. Bendera in merupakan warisan rumpun keramat Paisutobui.

PANTAI LAMBANGAN PAUNO Obyek ini berupa tempat permandian pinggir pantai di desa Kendek yang berjarak 10 kilometer dari kota Banggai. Lambangan Pauno menjadi obyek wisata yang sangat representatif karena dapat dicapai dengan mobil atau sepeda motor. Lokasi ini memanjang sekitar 200 meter dengan pasir putih bersih. Batu karang, tebing terjal dan pohon ketapang memagar di ujung kiri kanan pantai membuat pemandangan menjadi indah. Ombak pantai seakan tak henti berkejaran sembarii menghempas ketika air pasang. Sementara saat air surut nampak bagaikan lapangan luas membentang. Pada musim tertentu air laut mengikis pasir-pasir pantai dan tertinggal hanya batu-batuan berwarna hitam. Sementara pada musim lainnya batu-batuan itu ditutupi kembali oleh pasir putih.

Atraksi Wisata Kabupaten Banggai

Pantai Kilo Lima Obyek wisata ini ramai dikunjungi oleh masyarakat kota Luwuk karena letaknya dekat dare kota. Deretan kips, kale serta warung makan menjadi pemandangan khas. Ombak pun Bering menghempas pantai mengiringi keceriaan pengunjung. Bersampan, berenang, ski atau selancar merupakan atraksi yang dapat dilakukan di pantai Kilo Lima. Usai atraksi pengunjung dapat melepas kepenatan sembari menikmati makanan khas seperti nasi goreng, pisang goreng atau minuman segar.

SUAKA MARGASATWA SALODIK

Salodik memiliki panorama alam yang indah terletak 27 kilometer dari kota Luwuk. Untuk mencapai Cagar Alam Salodik ditempuh dengan kendaraan rods empat selama 40 menit dari Kota Luwuk.

Daya tarik utama Cagar Alam Salodik berupa air terjun bersusun-susun. Selain air terjun, obyek yang berada pads ketinggian 600 meter di atas permukaan laut ini memiliki hutan yang lebat. Kicauan burung dari batik dedaunan yang rimbun seakan menyapa setiap pengunjung.

Karena alamnya yang indah, Belanda pernah mendirikan pesanggrahan di lokasi ini. Puing­puing tempat peristirahatan bekas peninggalan Belanda tersebut masih ada sampai sekarang.

KEBUN KELAPA TOBELOMBANG DI KECAMATAN NUHON

Tobelombang adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Nuhon Kabupaten Banggai sekitar 425 km dari kota Palu. Tobelombang dikenal sebagai Perkebunan Kelapa pada jaman Belanda tahun 1915. Tempat ini telah dikunjungi wisatwan asing yang senang akan wisata sejarah di masa lampau. Anda masih adapat menyaksikan sisa Peninggalan bersejarah di tempat ini dan disekitar obyek wisata ini terbentang pula pemandangan alam yang indah disekitarnya.

Atraksi Wisata di Kabupaten Tolitoli

PULAU LUTUNGAN

Pulau Lutungan berjarak 456 kilometer dari kota Palu dengan jalan darat dan dilanjutkan dengan perahu 25 menit dari Pelabuhan Tanjung Batu.

Pulau int terletak di arch barat Tolitoli dikelilingi air dan pantai berpasir. Pulau ini dianggap sebagai tempat keramat dan dikunjungi oleh masyarakat dengan tujuan mencari berkah atau bermohon sesuatu pada pulau tersebut. Caranya dengan menancapkan pelepah kelapa ke dalam tanah lalu mencabutnya. Mereka yalkin bahwa pka pelepah menjadi pendek berarti permintaan ditolak. Tetapi jilka pelepah menjadi panjang maka permintaan diterima.

TANJUNG MATOP

Tanjung Matop terletak di pulau Matop, tepatnya di desa Pinjan, kecamatan Tolitoli Utara. Untuk mencapai pulau Matop pengunjung dapat menggunakan semua jenis kendaraan dengan menempuh jarak 80 kilometer clan Tolitoli atau 523 kilometer dari kota Palu. Di Tanjung Matop terdapat burung maleo, penyu sisik hijau, kera hantu (tarsius), burung enggang, kepiting kenari, ikan napoleon clan sarang burung walet. Lokasi mi termasuk hutan lindung.

Atraksi Wisata Kabupaten Morowali

Cagar Alam Morowali (CAM) luasnya 225.000 Ha terletak di Kabupaten Morowali. CAM berfungsi sebagai pelindung hutan tropis di Pulau Sulawesi. Ekosistem yang ada dalam kawasan lindung beranekaragam mulai dari pantai, hutan mangrove, hutan alluvial dataran rendah, hutan rawa, hutan pegunungan dan hutan lumut pada ketinggian 2.600 meter di atas permukaan laut. Kawasan ini juga memiliki danau dan tiga sungai utama.

Dalam kawasan CAM terdapat masyarakat tradisional Suku Wana berjumlah sekitar 2.000 orang. Masyarakat Wana yang belum mengenal kehidupan moderen berdomisili di Desa Posangke, Kayupoli, Uwewaju, Ratobae, Sangkoe dan Langada. Mereka menjadi obyek penelitian para ilmuwan dan studi bagi para pelajar.

CAM yang juga dihuni berbagai jenis binatang pernah disinggahi oleh Sir Francis Drake seorang pelaut dari inggris pada abad XV. Untuk mengenang petualangan Drake, tahun 1980 dilaksanakan duplikat Operation Drake. Lokasi CAM dapat ditempuh dengan bus dari Kota Palu ke Kolonedale sejauh 431 KM atau 10 jam perjalanan. Dari Kolonedale perjalanan dilanjutkan dengan motor laut selama 1 jam.

TAMAN LAUT TELUK TOMORI

Keindahan Teluk Tomori selalu menjadi buah bibir. Nelayan tradisional di Pulau Rumbia dan Pulau Pengia, Batu Payung atau Batu Apali, Gua Telapak Tangan Kanan dan Tempayan Besar di Gililana mempunyai daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Air laut jernih dan alam bawah laut yang indah di Pulau Pengia dan Pulau Tomori juga selalu menggoda pengunjung untuk singgah di teluk yang berada di depan Kota Kolonedale itu.

Belum lagi Tappo Hulu atau Gua Telapak Tangan Kiri serta tulang belulang manusia di Gua Batu Putih.

Sementara deretan Pulau Lampu, Pulau Tokabe, Pulau Bunda dan Pulau Tomori yang ditumbuhi pohon nyiur seakan tak henti melambai para pelancong yang datang dan pergi.

Kepulauan Togian Bagian Atraksi Wisata Kabupaten Tojo Unauna

TAMAN LAUT TOGIAN

Obyek wisata eksotik yang satu ini menjadi primadona Sulawesi Tengah. Taman Laut Togian di Kabupaten Tojo Unauna memiliki keindahan tiada tara. Coral tropis (seafan, soft coral sea sponge) dalam ukuran jumbo, serta berbagai jenis species ikan hias dan kepiting kenari.

Alam bawah laut Togian merupakan sorga bagi wisatawan. Fishing, sailing, snorkling dan diving dapat dilakukan setiap saat.

Taman Laut Togian diperindah dengan deretan pulau-pulau kecil dan besar berhutan lebat. Babirusa dan Tangkasi adalah hewan yang menghuni hutan-hutan itu.

Perumahan Suku Bajo, hilir mudik nelayan dan deretan cottage di pinggir pantai menambah keindahan alam Togian.

Pulau-pulau di Togian juga memiliki pantai berpasir putih. Cocok bagi wisatawan yang

suka berjemur sembari menikmati matahari terbenam. Perjalanan menuju Togian dapat ditempuh dalam 4 jam jalan darat dari Kota Poso yang berjarak 155 KM dan dilanjutkan dengan motor laut selama 4 – 5 jam.

Atraksi Wisata Kabupaten Poso dan Sekitarnya

AIR TERJUN SALUOPA

Air terjun Saluopa merupakan salah satu air terjun bersusun 12 tingkat. Keunikannya karena pengunjung dapat naik ke tingkat paling atas melalui batu-batuan yang tidak berlumut di bawah derasnya air.

Di sekitar air terjun terdapat hutan tropis, hal ini menambah keindahan panorama alam Air Terjun Saluopa. Air Terjun Saluopa terletak di sebelah barat kota Tentena, ibu kota kecamatan Pamona Utara kabupaten Poso. Untuk mencapai air diterjun dapat digunakan kendaraan darat dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 500 M

DANAU POSO

Danau Poso yang terluas di Sulawesi Tengah dengan luas kurang lebih 32.000 ha dan terletak di rute jalur utama dari Toraja di bagian Selatan, Gorontalo dan Manado di bagian Utara. Kota Tentena yang merupakan tempat persinggahan yang sangat terkenal dengan keindahan Danau poso membuat pengunjung merasa senang dengan tempat ini. Danau ini yang panjangnya kurang lebih 32 km dengan lebar kurang lebih 16 km dan mempunyai kedalaman danau mencapai 510 meter. Pemandangan yang indah dengan hamparan pasir putih , airnya yang jernih sepanjang tahun serta suhu udaranya yang sejuk membuat kota Tentena sangat menyenangkan untuk dikunjungi. Danau poso ini dapat dijangkau dengan semua jenis kendraan darat sekitar 57 km dari kota Poso atau sekitar 283 km dari kota Palu

LEMBAH TREKKING DI BADA

Hanya sekitar tiga jam dengan menggunakan kendaraan Jeep para pengunjung dapat mengunjungi serta menikmati keindahan alam yang memukau. Di sini juga para pengunjung menjelajahi Lembah Batuan Megalith purbakala. Di Lembah Bada ini terdapat akomodasi yakni Losmen Ningsih dan Losmen Anugerah untuk menginap. Patung-patubg batu yang bisa dilihat adalah patung Loga yang terletak di desa Pada, Patung Langke Bulawa di desa Bomba, Patung Palindo yang terletak di Padang Rumput Sepe. Serta Watu Oba , Watu Matur di desa Lengkeka, Watu Baula di desa Badangkaia. Explorasi patung-patung ini memakan waktu 2 hari dan anda juga dapat melanjutkan perjalanan ke Lembah Besoa apabila waktu masih memungkinkan. Untuk informasi lebih jelas dapat menghubungi nama-nama berikut ini; antara lain : Simon Songgo, Dina Sawuwu, Alfian Daud, Jeje, Daniel Araro, Dely Sawuwu dan Anton Lawani di Tentena

PEMBUATAN KAIN KULIT KAYU

Pada dasarnya suku Lore yang di Lembah Bada mempunyai tradisi membuat kain kulit kayu untuk berbagai keperluan seperti Selimut dari kain kulit kayu, dompet, ikat pinggang, dll. Kegiatan membuat kain kulit kayu terdapat di desa Gintu, Lengkeka, dan Tuare .